Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buah Kersen, Produk "Pohon Hantu", Tapi Manfaatnya Setara Intan Berlian


Saat melewati jajaran pohon Kersen, kita sering merasa prihatin melihat buah-buah kersen bertebaran di tanah dan terbuang begitu saja. Pohon Kersen, atau yang juga disebut Talok (Muntingia calabura), merupakan pohon yang sering kita lihat di sekitar kita. Sebagaimana dikutip dari bibitazolla.net (2/11/2016), pohon talok bisa tumbuh cepat dan berbuah sepanjang tahun. Dalam waktu beberapa tahun saja, Pohon Talok bisa menjadi pohon dengan kanopi yang rindang. Karena itu, banyak gedung-gedung sengaja menanam Talok sebagai salah satu cara melakukan penghijauan. 

Sayang sekali, ketika berbuah, talok-talok itu tak dimanfaatkan, dan dibuang percuma. Bisa jadi, hal tersebut terkait dengan mitos yang berlaku di masyarakat. Talok sering disebut-sebut sebagai pohon hantu. Di sekitar tempat tinggal saya, mitos ini cukup berkembang pesat. Talok dianggap sebagai pohon yang menjadi sarang hantu dan kuntilanak, memberi energi negatif untuk rumah, dan sebaiknya disingkirkan saja.

Padahal, buah talok memiliki khasiat luar biasa. Berikut ini merupakan manfaat dari buah kersen alias talok yang terbiasa terbuang percuma itu. 

1. Menurunkan kadar glukosa pada darah. Dengan demikian, talok bisa digunakan untuk mencegah penyakit diabetes. Sebagaimana kita tahu, diabetes bisa memicu penyakit lain, di antaranya gagal ginjal kronis yang sangat mematikan. Selain buah, daun dari talok juga bisa mengobati penyakit diabetes. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Apriyanti dkk sebagaimana dikutip dari perpusnwu.web.id (retrived 14/8/2017), bahwa kandungan flavonoid pada daun kersen ternyata mampu menghambat peningkatan kadar gula pada darah.

2. Menurunkan kadar asam urat. Hal ini disebabkan karena adanya flavonoid berupa quercetin yang terdapat pada buah kersen ternyata berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah. Bagaimana quercetin bekerja? Sebagaimana dikutip dari researchgate.net (26/11/2015), quercetin mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase, yakni enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat.

3. Mencegah radang. Kandungan quercetin pada kersen, selain mampu menurunkan kadar asam urat, menurut Harborne (2002), juga bisa menghambat inflamasi.

4. Mencegah kanker. Buah talok memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Menurut Irfanto (2010) dalam 100 gram talok, terdapat kandungan vitamin C sebesar 80,5 mg, lebih tinggi dari stroberi (56,7 mg) dan jeruk (43,5 gram). Sebagaimana dikutip dari lifestyle.kompas.com (27/4/2013), vitamin C memiliki fungsi sebagai sumber antioksidan yang menetralkan radikal bebas pada tubuh. Senyawa radikal bebas inilah yang menyebabkan penyakit kanker. 

5. Talok juga kaya dengan senyawa fenol, flavonoid, antosianin, tannin, dan saponin yang juga merupakan senyawa antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit. 

Melihat betapa banyaknya manfaat yang didapatkan dari buah talok, amat disayangkan jika buah itu dibuang percuma, terlebih karena mitos sebagai pohon hantu. Penyakit-penyakit di atas, merupakan penyakit yang membutuhkan biaya sangat mahal untuk mengobatinya. Maka, dengan mencoba mencegah penyakit tersebut, setidaknya kita sudah berupaya melakukan penghematan. Bukankah kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga, bahkan melebihi emas dan berlian?

Buah kersen atau talok bisa dikonsumsi dengan cara memakan buah tersebut secara langsung dalam kondisi segar. Zaman saya bocah dulu, anak-anak sangat senang memanjat buat talok dan memakannya. Mungkin itulah yang membuat zaman dahulu, anak-anak relatif lebih sehat dibandingkan anak zaman sekarang. Agar lebih menarik dan lezat, kita juga bisa  mengolahnya menjadi juz atau makanan lain, misalnya dodol buah kersen, atau puding buah kersen. Mari kita coba! [US].

Posting Komentar untuk "Buah Kersen, Produk "Pohon Hantu", Tapi Manfaatnya Setara Intan Berlian"

banner
banner