Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Membuat Kompos Dari Sampah Dapur


Pernahkan Anda turun ke dapur? Saya yakin tak sekadar pernah, tetapi juga sering. Apalagi jika kita kaum perempuan. Dapur sudah menjadi wilayah yang sehari-hari kita datangi. Jika kita akrab dengan dapur, bisakah kita menakar, berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya? Bisa seplastik penuh yang jika ditimbang mungkin mencapai kiloan gram.

Bayangkan, jika dalam sehari satu keluarga menghasilkan sampah 1 kg saja, sementara dalam satu kota ada 100 ribu keluarga, berarti ada 100 ton sampah dihasilkan setiap hari. Luar biasa!

Sampah dapur bisa kita olah menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat untuk bercocok tanam. Jika kita tak punya lahan, kita bisa gunakan pot-pot atau paralon khususnya untuk penghijauan model vertikal seperti yang sedang marak di perkotaan.

Apa itu kompos? Pasti pembaca sekalian sudah cukup paham. Sebagaimana dilansir dari alamtani.com (3/7/2013) kompos adalah pupuk organik yang berasal dari penguraian sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup, dalam hal ini adalah pengurai. Jadi, ada 2 komponen penting dalam membuat pupuk kompos, yaitu bahan-bahan organik dan bakteri pengurai.

Bahan-bahan organik bisa kita dapatkan dari sampah dapur, misalnya sisa-sisa sayur, sisa makanan, kulit buah-buahan, dan sebagainya. Pastikan bahan organik tidak tercampur bahan-bahan anorganik seperti plastik, kertas, besi dan sebagainya yang tidak bisa diurai oleh dekomposer (pengurai).

Adapun decomposer adalah organism yang berfungsi sebagai pengurai. Sebagaimana dilansir dari situs study.com (29/7/2015), kita mengenal 3 fungsi dalam rantai makanan, yaitu produsen (tumbuhan hijau), konsumen (hewan dan manusia), serta dekomposer. Tugas dekomposer adalah mengurai produsen dan konsumen menjadi bahan-bahan organik yang akan diserap kembali oleh produsen. Dekomposer ini bisa berupa bakteri, fungsi, beberapa serangga dan sebagainya, biasanya merupakan makhluk hidup yang berukuran sangat kecil.

Bagaimana cara membuat kompos? Paling mudah dan cepat adalah dengan sistem anaerob dengan menggunakan bakteri pengurai. Bagaimana cara membuatnya?

1. Siapkan wadah yang tertutup, bisa ember atau jerigen.

2. Pisahkan sampah organik dan anorganik dengan cara menggunakan dua jenis tempat sampah di dapur kita.

3. Potong-potong kecil atau lumatkan sisa makanan dan sisa dapur, dan masukan ke ember. Lalu tutup rapat. Kumpulkan hingga cukup banyak jumlahnya.

4. Ambilah EM4 (effective microorganism 4, yang bisa dibeli di kios-kios pertanian atau di toko-toko online). Harga EM4 cukup murah, berkisar 30-an/liter. EM4 berisi pengurai yang akan menguraikan sisa-sisa sampah rumah tangga kita. Larutkan 10 ml EM4 dengan 1 liter air. Untuk satu ember sedang sampah organik dengan berat sekitar 20 kg, bisa kita masukan sekitar 20 ml EM4 dengan 2 liter air. Masukan larutan EM4 itu ke ember, aduk merata. 

5. Campurkan dengan beberapa sendok gula pasir untuk makanan bagi organisme pengurai yang ada di larutan EM4.

6. Tutup rapat ember, rekatkan tutup dengan lakban, diamkan sekitar 1 atau 2 minggu. 

7. Pada minggu kedua, pupuk kompos sudah siap dipakai untuk bercocok tanam.

Mudah kan, membuat kompos untuk kebutuhan rumah tangga? Kompos akan membuat tumbuhan tumbuh subur. Kita bisa menanam cabe, terong, bayam dan sebagainya. Selain problem sampah akan lebih teratasi, rumah menjadi lebih hijau, income kita juga bisa bertambah.

Selamat mencoba!

Posting Komentar untuk "Tips Membuat Kompos Dari Sampah Dapur"

banner
banner