Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

12 Tips Agar Penderita Maag dan Asam Lambung (GERD)Tetap Nyaman Berpuasa

Sudah beberapa hari Adhi terbaring di tempat tidur atau hanya duduk-duduk di sofa dengan lemas. Selera makannya hilang, mulut terasa pahit, mual datang silih berganti, bahkan kadang ingin muntah. Awalnya ia mengira hanya maag biasa. Namun setelah memeriksakan diri ke dokter, ia didiagnosis mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)—penyakit asam lambung yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi perih seperti terbakar di dada.

GERD berbeda dengan maag (dispepsia), meski gejalanya mirip. Dispepsia adalah kumpulan keluhan pada perut bagian atas seperti nyeri, kembung, cepat kenyang, mual, muntah, sendawa, hingga regurgitasi (makanan naik kembali). Keduanya bisa sangat mengganggu, terutama saat berpuasa. Meski begitu, penderita maag maupun GERD tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman jika menerapkan pola makan dan gaya hidup yang tepat.

Tips Praktis Agar Tetap Puasa Meski Terkena GERD

Berikut 12 tips praktis agar puasa tetap lancar tanpa kambuhnya asam lambung:

1. Makan dalam porsi kecil tapi bertahap

Saat berbuka, jangan langsung makan besar. Mulailah dengan air putih dan kurma, beri jeda, lalu lanjutkan makanan lain sedikit demi sedikit. Lambung lebih mudah menerima makanan dalam jumlah kecil dibanding sekaligus banyak.

2. Pilih makanan bertekstur lembut

Makanan lembut seperti nasi tim, sup, bubur, atau roti empuk lebih mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung dibanding makanan keras atau kering.

3. Hindari pemicu asam lambung

Batasi makanan asam, pedas, terlalu berbumbu, dan yang menghasilkan gas seperti kol, sawi, nangka, atau minuman bersoda karena bisa memicu kembung dan nyeri.

4. Kurangi makanan berlemak dan gorengan

Makanan berminyak memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

5. Penuhi kebutuhan cairan

Usahakan minum 10–12 gelas air antara waktu berbuka dan sahur. Air membantu menetralkan asam lambung dan mencegah dehidrasi. Air hangat saat sahur juga membantu menenangkan lambung.

6. Konsumsi makanan ramah lambung

Contohnya oatmeal, pisang, jahe, sayuran hijau, ikan tanpa lemak, dan roti gandum. Makanan ini cenderung tidak merangsang produksi asam berlebih.

7. Kelola stres dengan relaksasi

Stres meningkatkan produksi asam lambung melalui respons saraf dan hormon. Latihan napas, dzikir, meditasi ringan, atau membaca dapat membantu menenangkan pikiran.

8. Jangan langsung berbaring setelah makan

Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur. Posisi berbaring saat lambung penuh memudahkan asam naik ke kerongkongan.

9. Hindari kafein, alkohol, dan rokok

Zat-zat ini dapat melemahkan katup lambung sehingga asam mudah naik. Saat puasa, ini sekaligus menjadi momentum baik untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

10. Awali berbuka dengan yang ringan

Air putih, kurma, atau buah adalah pilihan ideal. Selain mengikuti sunnah, cara ini memberi waktu lambung beradaptasi setelah seharian kosong.

11. Konsultasi dan gunakan obat bila perlu

Jika gejala sering kambuh, obat penurun asam lambung dapat membantu. Namun sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter agar aman selama puasa.

12. Atur posisi tidur

Gunakan bantal agak tinggi atau tinggikan kepala tempat tidur sekitar 10–15 cm. Posisi ini membantu mencegah asam lambung naik saat tidur malam.

Maag dan GERD bukan penghalang untuk berpuasa. Dengan pola makan teratur, pilihan makanan tepat, serta pengelolaan stres dan gaya hidup sehat, penderita tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman. Justru Ramadan bisa menjadi momen melatih disiplin makan dan memperbaiki kesehatan pencernaan.

Jika kamu punya riwayat asam lambung, tips mana yang paling ingin kamu coba dulu saat puasa nanti? Tapi, pada dasarnya, semua tips itu bisa kok dicoba, bahkan juga saat tidak sedang bulan puasa. [YM].


Posting Komentar untuk "12 Tips Agar Penderita Maag dan Asam Lambung (GERD)Tetap Nyaman Berpuasa"