Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puasa Malah Tambah Gemuk? Ini Sebab dan Solusinya!

Puasa malah bikin makin gemuk? Kok bisa ya? Ya, sangat bisa. Bulan puasa, adalah bulan yang ditunggu-tunggu setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang mana pada bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, kecuali tentu yang ada halangan atau udzur syar’i. Pada azan maghrib, umat Islam yang berpuasa berbuka puasa, setelah daari subuh hingga terbenam matahari menahan lapar dan dahaga. Berbuka puasa ini adalah satu kegembiraan yang luar biasa. Saking bergembiranya, banyak di antara Umat Islam merayakan dengan berlebihan, misal makan sebanyak-banyaknya. Inilah yang membikin alih-alih menjadi semakin langsing, justru ada sebagian kita yang malah menjadi gemuk. Kok bisa? Ada beberapa sebab dan solusinya. 

Pertama, biasanya, saat puasa, kita sangat menyukai minuman dingin yang manis. Saat berbuka, kita tak cukup dengan segelas, tetapi lebih dari itu. Kita juga menyenangi hidangan-hidangan pembuka dan pencuci mulut yang tinggi kadar gulanya. Padahal, gula merupakan zat yang sangat tinggi kalorinya. Sebagai ilustrasi, menurut dr. Carmelita Ridwan MSc, pakar nutrisi dari Klinik Primavita, sebagaimana dikutip dari femina.co.id (10/8/ 2011), dalam satu gelas es cendol, ternyata terkandung 500 kkal. Padahal kebutuhan tubuh kita, sehari hanya sekitar 2000 kalori dalam sehari. Kelebihan kalori, menurut dr. Ahmad Supriyanto, MM dari Solo Khitan Center, akan diubah menjadi cadangan energi berupa lemak. Lemak inilah yang membikin tubuh kita jadi menggendut, alias bertambah gemuk.

Solusinya, agar kita berlebih kalori, sebaiknya berbukalah dengan air putih, dan hindari terlalu banyak minuman manis. Banyak minum air putih, selain menghilangkan haus, juga akan membuat kita tidak terlalu lapar, sehingga terhindar dari terlalu banyak menyantap makanan. Minumlah air putih dengan jumlah sama dengan hari biasa, yaitu 8 gelas. Rinciannya bisa 2 gelas saat berbuka, 2 gelas saat sebelum dan sesudah tarawih, 2 gelas antara masa sesudah tarawih hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur.

Kedua, ketika puasa, sebagai “balas dendam” setelah seharian  menahan lapar, biasanya kita akan berbuka dengan makanan yang tinggi kadar lemaknya. Makanan lezat, biasanya memang mengandung lemak yang tinggi dan biasanya menggunakan santan kental. 

Solusinya, menurut dr. Ahmad Supriyanto, tetaplah mengatur diet secara baik. Konsumsilah lebih banyak sayuran dan buah. Daging dan ikan bisa kita santap saat sahur, karena akan membuat rasa kenyang kita relatif awet. Namun saat berbuka, sebaiknya kita lebih banyak mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti sayur dan buah. Hindari santan saat berbuka, karena selain akan membuat tenggorokan terasa kering, santan juga membutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama.

Ketiga, saat puasa, kita juga secara otomatis mengurangi kegiatan fisik. Kita lebih sering bermalas-malasan, banyak tidur, dan sebagainya. Karena itu, pengeluaran kalori kita berkurang drastis, sementara asupannya justru bertambah. Solusinya, aktivitas fisik yang sangat kuat memang sebaiknya dikurangi saat Ramadhan, tetapi, olahraga secukupnya pun sebaiknya tetap dijalani. Setelah subuh, sebaiknya jangan tertidur, bisa kita gunakan untuk jalan-jalan pagi atau latihan fisik ringan lainnya.

Selamat menempuh ibadah puasa, semoga sukses dan bugar senantiasa. [AA].


Posting Komentar untuk "Puasa Malah Tambah Gemuk? Ini Sebab dan Solusinya!"

banner
banner