Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Cara Ampuh Taklukkan Hati Calon Mertua


David bête bukan main. Sudah sejak sore dia menurut apa yang diminta Rani, gadis yang ingin dia nikahi. Mengenakan batik dan celana rapi, mencukur rambutnya yang gondrong, duduk dengan posisi santun di teras rumah Rani, dan siap dengan wajah full senyum. Tetapi, ayah Rani tetap saja tidak mau keluar menemuinya. Demikian juga ibu Rani. Mereka tetap tidak bersedia menerimanya sebagai calon menantu.

Pembaca, fragmen di atas tentu fiksi belaka. Tetapi, pada kenyataannya, kejadian semacam itu memang banyak terjadi di alam nyata. Seorang teman saya misalnya, hingga saat ini masih saja mengeluh karena calon suami yang serius hendak meminangnya, masih saja belum direstui orang tua.

Tak ada orang tua yang menginginkan anaknya menderita, itu jelas. Semua orang tua ingin agar anaknya mendapat pasangan terbaik. Sayang, ukuran “terbaik” antara orang tua dan anak bisa jadi tidak sama. Persepsi seseorang dalam memandang suatu masalah memang berbeda-beda. Sebagaimana dikutip dari situs study.com (21/10/2014), persepsi adalah bagaimana seseorang mengenali dan menafsirkan stimulus yang dia terima dari lingkungan sekitarnya. Jadi, persepsi seseorang memang sangat tergantung pada proses belajar dan pengaruh lingkungan.

Sebagai contoh, para orang tua biasanya telah memiliki pengalaman panjang, bahwa ekonomi merupakan satu hal yang sangat penting dalam berkeluarga. Oleh karena itu, mereka berpersepsi bahwa calon suami yang sukses haruslah matang secara finansial. Sebenarnya persepsi ini tidak salah, tetapi terkadang terlalu berlebihan. Sehingga banyak orang tua yang senang mengukur kebahagiaan hidup dari sekadar ukuran materi.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk menundukkan hati calon mertua.

1. Menundukan hati mertua sebenarnya berawal dari bagaimana memahami persepsi orang tua terhadap calon menantu. Jika Anda bermaksud hendak melamar seorang gadis, cobalah mencari informasi bagaimana cara pandang, lingkungan pergaulan, tradisi-tradisi dan karakter dari calon mertua. Dengan memahami persepsi mertua terhadap calon menantu ideal, Anda bisa mencoba menyesuaikan. Misal, mertua ingin calon menantu sudah memiliki penghasilan tetap, maka sebisa mungkin Anda pun sudah siap dengan hal itu. Mertua ingin calon menantu yang penuh tanggung jawab, berarti Anda harus belajar untuk lebih bertanggung jawab.

2. Tentunya tidak semua harus disesuaikan. Mungkin Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan prinsip hidup Anda. Dalam hal ini, Anda harus berusaha melobi dan meyakinkan calon mertua, bahwa prinsip Anda lebih bisa dipertanggungjawabkan. Misal, persepsi calon mertua, menantu yang baik adalah menantu yang punya perusahaan selusin dan mobil lamborgini seharga milyaran. Anda bisa mencoba memperjuangkan prinsip Anda tentang hidup sederhana, namun penuh kebahagiaan. 

3. Jika ada perbedaan pandangan, mintalah dengan “jantan” waktu khusus untuk diskusi dengan calon mertua Anda. Paparkan argumen dengan santun dan terperinci. Kendalikan emosi, dan tampil dengan penuh percaya diri.

4. Terkadang, ketidaksukaan calon mertua kepada calon menantu ditimbulkan ketakutan bahwa beliau akan kehilangan anak yang dicintainya. Sebagaimana dilansir dari lifestyle.liputan6.com (7/2/2017), seringkali sikap ini berasal dari calon ibu mertua. Ibu dari para lelaki biasanya merasa takut anaknya tidak lagi memperlakukan dia seperti saat anaknya masih lajang. Oleh karena itu, harus ada upaya meyakinkan bahwa Anda tidak hendak sedang “merampok” anak-anak mereka.

5. Bagaimanapun, Anda harus mampu menunjukan diri sebagai sosok yang bisa dipercaya untuk mendampingi anak para calon mertua. Anda harus sudah mampu bertanggung jawab baik secara finansial, emosional maupun spiritual. Jika calon mertua merasa yakin dengan kemampuan Anda, tidak mungkin mereka akan menghalang-halangi keinginan Anda, apalagi jika anak mereka—yang itu calon Anda, sudah merasa cocok dengan Anda.

Jangan jadi sosok yang mudah menyerah. Lakukan perjuangan untuk mampu memboyong sosok yang Anda sukai ke pelaminan!

Ditulis oleh: Yeni Mulati Sucipto.

Posting Komentar untuk "5 Cara Ampuh Taklukkan Hati Calon Mertua"

banner
banner