Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bulan Madu Kocak Hidangannya Sop Buntut Cicak


Ceritanya, Tommy dan Neneng baru saja menikah. Meski mereka menikah karena dijodohkan, dan belum terlalu saling mengenal, mereka sudah saling jatuh cinta satu sama lain. Sebagaimana pasangan muda yang sedang berbahagia, mereka merencanakan bulan madu.

“Bulan madu kemana, Neng?” Tanya Tommy.

“Terserah Mas saja,” ujar Neneng, malu-malu.

Singkat kata, akhirnya mereka memilih untuk naik motor bersama menuju kota Solo, putar-putar menikmati keindahan kota bengawan. Nah, saat pulang, karena lapar, mereka menuju ke sebuah restoran di pusat kota Solo.

Hm ... restoran itu cukup nyaman. Ber-AC, dan kursi-kursinya adalah sofa yang empuk. Lebih mirip sebuah kafe. Wah, hidangannya pasti lezat-lezat, pikir Tommy, yang jujur saja, sebenarnya juga baru pernah masuk ke restoran itu. Yah, demi sang istri, dia yang biasa nongkrong di angkringan, sekarang memilih resto yang keren. Namanya juga sedang bulan madu.

“Mau pesan apa, Neng?” tanya Tommy pada Neneng dengan tatapan romantic.

“Boleh lihat daftar menunya?” ujar Neneng, masih dengan malu-malu.

Mereka berdua kemudian mengamati daftar menu itu. “Aku bebek goreng saja mas,” ujar Neneng. “Minumnya es jeruk nipis saja.”

Tommy pun menyerahkan nota pesanan kepada petugas. Ia sendiri memesan sop buntut hangat dan jus jambu. Tak lama, pesanan pun datang. Mereka menyantap hidangan nan lezat itu sambil bercerita panjang lebar. Senang sekali Tommy, karena bisa mulai ngobrol akrab dengan istrinya itu. Sampai akhirnya, datanglah ‘musibah’ itu ....

“Sopnya enak banget nih.” Ujar Tommy. “Kamu mau, Neng?” Tommy menyorongkan mangkok berisi sop buntut itu kepada Neneng.

“Mmm ... mau!” 

“Mas suapin ya?” Tommy menciduk sop itu, mengambil sepotong daging, lalu dia sodorkan pada Neneng. Namun, mendadak wajah Neneng berubah pucat.

“Kenapa, Neng?”

“Mas, ini sop buntut apa?” tanya Neneng.

“Ya buntut sapi, dong ...,” kata Tommy, heran.

“Kok kayak buntut cicak ...” 

“Appaa?” Tommy kaget. Betul, ternyata daging yang dia sodorkan kepada Neneng adalah… buntut cicak. Oalah!

Sambil tergopoh-gopoh Tommy meraih mangkok itu dan berlari menuju dapur restoran. “Sampeyan sembrono!” marahnya kepada seorang petugas. “Cicak kok dimasukkan ke dalam masakan!”

Petugas itu pun pucat dan berlari ke dalam. Tak berapa lama, ia keluar lagi. “Maaf, Mas... sekali lagi maaf, ini tidak sengaja. Sop buntutnya gratis saja mbak ....”

“Gratis… gratis, itu nggak selesaikan masalah, tahu!” Tommy memegang lambungnya yang mendadak terasa mual. Sudah separuh lebih sup rasa cicak itu masuk lambungnya, huh!

“Udah, Mas… udah,” hibur Neneng. “Jangan marah-marah!”

Tommy pun nyengir. Bulan madu yang tadi kira romantis, ternyata hancuuuur! [US].


Posting Komentar untuk "Bulan Madu Kocak Hidangannya Sop Buntut Cicak"

banner
banner