Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbahayakah Omicron, Virus Corona Varian Baru Dari Afrika Selatan?


Baru-baru ini, Afrika Selatan merilis berita tentang kemunculan Virus Corona varian baru yang diberi nama Omicron. Diberitakan dari BBC, bahwa seorang dokter bernama Angelique Coetzee, berhasil mendeteksi sebuah varian baru dari virus corona ini. Untungnya, virus ini dilaporkan menimbulkan gejala ringan, dan tak harus membuat pasien dirawat di rumah sakit.

Gejala infeksi Omicron ini disebut "sangat ringan", yaitu sakit kepala, rasa capek, tenggorokan sakit, namun sehari atau dua hari rasa capek bisa hilang. Tak seperti gejala Covid-19 varian lainnya, misalnya Delta yang sempat menimbulkan banyak kematian di Indonesia beberapa bulan silam, Omicron tidak disertai batuk, dan tidak disertai pula kehilangan penciuman atau perasa.

Sebagaimana dilansir dari kompas.com (29/11/2021), Omicron memiliki nama lain B.1.1.529. Ada 32 jenis mutasi pada varian ini. Mutasi menyebabkan virus ini kurang dikenali oleh antibodi tubuh. Namun, menurut Angelique Coetzee, dalam berita di BBC, hampir separuh pasien Omicron yang ia tangani belum menerima vaksinasi. Jadi, sangat mungkin vaksinasi bisa membuat kita kebal dari varian baru ini.

Pandemi saat ini mulai menunjukkan grafik menurun. Di Indonesia, menurut data dari worldometer.info (diakses 2 Desember 2021), "hanya" ada penambahan 278 kasus baru, dan total kasus aktif sebanyak 7.883 kasus. Meski begitu, masih ada juga kematian karena Covid-19 di Indonesia. Pada hari kemarin, sejumlah 10 orang wafat karena Covid-19 di Indonesia.

Pengamat musik Bens Leo, beberapa hari yang lalu juga dikabarkan wafat karena Covid-19, dan saturasi sempat drop hingga 74. Jadi, Covid-19 masih ada dan masih berbahaya. Segeralah vaksin, dan terapkan terus protokol kesehatan. Jangan sampai lengah!

[YMS].

Posting Komentar untuk "Berbahayakah Omicron, Virus Corona Varian Baru Dari Afrika Selatan? "

banner
banner