Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Mencegah Tindihan (Sleep Paralysis), “Tertindih Hantu” Saat Tidur

Foto: depositphotos

Suatu hari, seorang teman bercerita kepada saya, perihal saudaranya yang mengalami keanehan-keanehan. Saudaranya tersebut selalu mimpi buruk dengan mimpi yang sama selama berminggu-minggu. Mimpi digigit binatang aneh. Uniknya, saudaranya tersebut tak bisa segera bangun dari tidurnya. Napas dan dada terasa sesak. Tubuh seakan lumpuh, sama sekali tak bisa digerakkan. Orang Jawa mengatakan fenomena tersebut ‘tindihan’.  Disebut tindihan, karena seakan-akan saat itu kita ditindih sesuatu, sehingga sama sekali tidak dapat bergerak. 

Dalam berbagai kepercayaan, saat mengalami hal tersebut, kita sedang ditindih makhluk halus. Memang ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa tindihan adalah gangguan makhluk halus, semacam jin. Tentu pendapat tersebut sah-sah saja. Akan tetapi, secara medis, menurut dr. Ahmad Supriyanto dari RSU PKU Muhammadiyah Surakarta, tindihan merupakan salah satu bentuk dari gangguan tidur (narcolepsy). 

Bahasa medis dari tindihan adalah sleep paralysis yang artinya adalah kelumpuhan/hilangnya fungsi otot/atonia yang terjadi pada saat tidur, khususnya pada fase REM (Rapid Eye Movement) alias fase mimpi pada tidur kita. Seringkali, sleep paralysis juga disertai dengan berbagai peristiwa halusinasi. Misal, dikejar orang gila, melihat hantu, digigit harimau dan sebagainya.

Tindihan (sleep paralysis), memang suatu hal yang sangat mengganggu, bahkan bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan. Tindihan yang berulang kali, akan membuat seseorang merasa takut tertidur, dan akhirnya akan mengganggu kesehatan baik fisik maupun psikisnya. 

Berbagai studi menyebutkan, bahwa penyebab utama sleep paralysis adalah depresi, kelelahan dan juga kebiasaan memforsir diri, misal begadang karena belajar mati-matian, dikejar target dan sebagainya. Jadi, sleep paralysis ini sering menyerang orang yang terkena stress. Stres adalah suatu reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari (Rahmat, 2009) 

Bagaimana cara mencegah sleep paralysis? Ada beberapa strategi.

Pertama, Relaksasi

Dalam hidup, kita pasti memiliki stressor (penyebab stress) yang selalu menyerang. Stressor tidak mungkin kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi stress dengan banyak-banyak melakukan relaksasi, misal pernapasan, jalan pagi, berenang, yoga dan sebagainya.

Kedua, Jangan Terlalu Banyak Begadang Dan Memforsir Diri

Jika tubuh kelelahan, rasa kantuk bisa menyergap tiba-tiba, sementara pikiran masih sangat penat dan banyak masalah belum bisa terurai. Maka, masalah akan datang di fase REM kita dalam bentuk mimpi buruk, membuat tidur kita menjadi terganggung.

Ketiga, Lebih Berdamai dengan Kenyataan

Sikap menerima terhadap apa yang ada pada diri kita (self acceptance), menurut Elizabeth Hurlock, dalam buku Psikologi Perkembangan, merupakan salah satu kunci kebahagiaan. Rasa tidak cepat puas memang bagus, tetapi jika berlebihan, akan membuat kita terganggu. Selalu kecewa dengan pencapaian yang menurut kita buruk. 

Keempat, Berdoa dan Berdzikir Sebelum Tidur

Tindihan adalah gangguan makhluk halus memang sulit diuji secara klinis. Namun, psikolog Sinta Yudisia, Psi, M.Psi mengungkapkan, bahwa gangguan makhluk halus itu ada. “Orang tidak akan percaya fenomena ‘kemasukan’ jin sampai dia merasakannya sendiri,” ujar beliau. Maka, sangat dianjurkan sebelum tidur, kita berdoa dan berdzikir, sehingga jiwa kita menjadi tenang.

Kelima, Milikilah Kehidupan Sosial yang Sehat

Persahabatan yang tulus, persaudaraan yang hangat, akan sangat membantu kita untuk memiliki kehidupan sosial yang sehat. Jika problem-problem berat bisa diatasi dengan curhat ke orang-orang dekat, mental kita akan relatif lebih sehat.

Penulis: Yeni Mulati Sucipto

Posting Komentar untuk "5 Tips Mencegah Tindihan (Sleep Paralysis), “Tertindih Hantu” Saat Tidur"

banner
banner