Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wah, Kebohongan Ini Boleh Dilakukan Suami Kepada Istri!


Suami kita suka berbohong? Tentu sangat mengesalkan, sebab siapa sih, istri yang mau dibohongi? Bohong menunjukkan bahwa dia layak tidak dipercaya. Jika seorang suami, yang semestinya menjadi pemimpin ternyata tidak mendapatkan kepercayaan dari istri, kiamatlah rumah tangga.

Ya, semua sepakat, bahwa berbohong itu termasuk sebuah keburukan yang harus kita hindari, dan jika melakukannya, kita akan mendapatkan dosa. Namun, ternyata ada beberapa kebohongan yang boleh dilakukan suami terhadap istri. Bukan hanya boleh, bahkan dengan kebohongan tersebut, kemesraan antarsuami dengan istri bisa semakin terjalin, lho. 

Dasar pembolehan kebohongan tersebut disandarkan pada sebuah hadist dari Ummu Kultsum, dia berkata, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw. memberikan keringanan berkaitan dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang (maksudnya perkataan bohong) kecuali dalam tiga perkara, yaitu: peperangan, upaya untuk mendamaikan manusia, serta perkataan seorang laki-laki kepada isterinya dan perkataan seorang istri kepada suaminya.” (HR. Bukhari).

Kebohongan yang diperbolehkan, menurut para ulama, adalah dalam rangka menjaga hubungan baik dan mesra antarsuami istri. Tidak ada maksud untuk menyakiti dan tidak ada niat buruk atau menyembunyikan sesuatu.

Beberapa contoh kebohongan yang diperbolehkan, antara lain sebagai berikut:

1. Memuji istri sebagai bidadari, padahal sang istri mungkin berwajah pas-pasan. Kejujuran dalam hal ini, mungkin malah menyakitkan, sebab seorang perempuan pasti sangat senang dibilang cantik, walaupun dia tahu, itu bukan sesuatu yang benar. Misal, katakan kepadanya, “Kamu cantik banget, Dik…” pasti akan membuat istri melonjak kegiranga. Sebaliknya, jika kita jujur, “Kamu kok jerawatan gitu, sih…” tentu batin istri akan teriris.

2. Mengatakan semacam bahwa “Aku tidak ada masalah, kok, semua baik-baik saja, insya Allah aku sanggup mengatasi,” ketika suami sedang ada masalah berat yang sebenarnya “tidak baik-baik saja” dalam rangka menenangkan hati istri.

3. Mengatakan “Aku masih mencintaimu sebesar cintaku saat mulai bertemu denganmu,” kepada istri, padahal mungkin perasaan sudah mulai terkikis. Tetapi, ucapan semacam itu sebaiknya diiringi upaya untuk menguatkan cinta kembali. Atau, bisa jadi perkataan tersebut adalah dalam rangka afirmasi alias penguatan cinta yang mulai menipis agar menebal kembali.

4. Mengatakan, “Aku tidak membencimu,” padahal dalam hati ada kebencian terhadap pasangan. Sebab, jika kita berkata jujur, maka hubungan akan rusak, padahal, kita sedang berupaya untuk menyingkirkan sebab-sebab yang membuat kita membenci pasangan.

5. Berpura-pura tampil sumringah saat melayani suami, menyambut suami dengan kata-kata mesra dan indah, padahal saat itu istri sedang sangat lelah dan gundah. Atau sebaliknya. Namun, semestinya baik suami atau istri, peka melihat kondisi tersebut dan justru kemudian menghibur pasangannya.

Nah, silakan berbohong dengan kebohongan di atas! 

[US].


Posting Komentar untuk "Wah, Kebohongan Ini Boleh Dilakukan Suami Kepada Istri!"

banner
banner